Rabu, Desember 31, 2008

PERUBAHAN DIRI DI 2009

Salam WINNER


Kebersediaan untuk berubah adalah kekuatan, walaupun seringkali membawa diri terlarut dalam ketidaknyamanan. Kekuatan itu menjadi potensi untuk mendobrak zona nyaman menuju kehidupan baru yang lebih baik. Kekuatan itu dapat mematahkan keyakinan-keyakinan (belief) yang menghambat kemajuan diri selama ini. Kekuatan itu dapat merusak pola kerja trauma dalam core belief untuk menciptakan cara-cara hidup dan kecemerlangan yang baru. Kebersediaan bersumber dari pikiran, selanjutnya akan nampak dalam kebiasaan (habit). Kebiasaan adalah makna nama dan reputasi sebuah pribadi, yang menciptakan keadaan dimana pribadi itu hidup sekarang ini. Adalah sebuah pilihan hidup, untuk tetap berada dalam apa adanya sekarang ini atau menjadi lebih baik di waktu mendatang.


Perubahan adalah hakekat kehidupan, karena selama ada kehidupan berarti ada perubahan. Hidup adalah perjuangan mengatasi perubahan untuk menjadi PEMENANG. Hebatnya di dalam diri manusia tersimpan kekuatan tak terbatas untuk mengatasi perubahan. Mohon diingat bahwa kemampuan mengatasi perubahan adalah kunci kemenangan, apakah Anda sedang bermain catur, berbisnis, belajar, berhubungan, bekerjasama, berpolitik, berkarya dan lainnya. Saya tidak pernah mendengar ada penonton perubahan akan menjadi PEMENANG, hanya pelaku perubahan yang akan keluar sebagai juara.


Besok sudah tahun 2009, ingatlah selama 1 tahun perubahan apa yang sudah terjadi pada kehidupan Anda. Ingat lagi 5 tahun ke belakang dan 10 tahun ke belakang. Refleksikan diri, dibantu musik-musik barok, apakah siklus hidup yang penuh fluktuasi dan dinamika itu cenderung meningkat, statis atau menurun? Dan buatlah komitmen, apa saja perubahan diri yang perlu dilakukan selama 2009, agar siklus itu 1 tahun ke depan tampak meningkat. Mohon percayalah kepada saya, tanpa PERUBAHAN tidak akan ada KEMAJUAN.

CHANGE IS NOT ALWAYS IMPROVEMENT,

BUT THERE IS NO IMPROVEMENT WITHOUT CHANGE


J.I.Michell Suharli

EDUPRENEUR

Pengarang Buku MINDSET (GPU,2008)

Sabtu, Desember 27, 2008

UANG

Salam WINNER

Cicero menuliskan bahwa tak ada benteng yang demikian kuat sehingga uang tak dapat memasukinya. Kehidupan sosial, politik, religius, dan pendidikan menjadi lembab menyerap uang. Lahirlah ungkapan “Uang memang tidak menentukan segalanya, namun tanpa uang segalanya menjadi tidak menentu”. Di hadapan uang, semua orang menjadi sama. Seandainya saja cinta seperti itu !


MIND-SET UANG

Berdasarkan pola pikir tentang uang, manusia terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama memandang uang sebagai sumber segala yang tidak baik. Disini uang dilihat sebagai sumber kejahatan yaitu: perampokan, penculikan dan pembunuhan. Uang mampu menganugerahi orang selembar ijazah. Uang menjadi sebab putusnya tali persaudaraan. Singkatnya, mereka memandang uang punya kuasa kejahatan yang membungkam suara hati.

Kelompok kedua memandang uang sebagai penopang hidup. Kelompok ini berpikir bahwa kita tidak mungkin membuat segala hal menjadi baik tanpa uang. Mereka memandang positif mengenai sosok “Robinhood”. Kelompok ini mengatakan bahwa tidak mungkin menolong orang yang kelaparan dengan tangisan. Kita diajak untuk mencintai dan bijaksana kepada UANG. Semakin orang mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dan bijaksana menggunakannya maka semakin bahagia dan berbudi.

Kelompok ketiga memandang uang mempunyai sifat netral. Pribadi lepas pribadi yang membuat orang bertindak positif maupun negatif karena uang. Uang bisa memisahkan tetapi juga menyatukan, uang bisa jadi akar kejahatan tetapi juga akar kebaikan. Bagi kelompok ini tidak ada yang salah dari uang, seperti air, api dan angin. Uang juga yang akan menyejahterakan tetapi juga menyengsarakan banyak orang. Kebijaksanaan manusialah yang menentukan apakah uang jadi malaikat, atau jadi iblis.

BELIEVE UANG

Iblis tampak dalam keserakahan Si Kaya Sesat dengan cara korupsi, kelaliman, kolusi dan nepotisme. Praktek bisnis kejam, dunia hitam dan judi menjadi keseharian orang jenis ini. Iblispun bertepuk tangan ketika Si Kaya Sesat menipu Si Miskin, suami-istri bercerai karena krisis uang, kakak-adik tak tegur sapa karena rebutan warisan, mahasiswa lulus setelah menyogok dosen dan seterusnya.

Hardiman (2003) mengungkapkan ‘semua manusia sama dihadapan uang’, bisa sama benarnya dengan ‘semua manusia sama dihadapan Tuhan’. Uang begitu di-Tuhankan sehingga begitu di-cinta dan di-kejar. Satu cara menggapai Tuhan adalah meraup uang dengan cara apapun. Drama seperti itu mem-program believe kita bahwa uang adalah akar segala kejahatan.

Iblis juga tampak dalam cerita-cerita seru Si Miskin Jahat. Orang ini menyambung hidup dengan uang yang diperoleh dari kejahatannya. Iblis bersorak sorai ketika ada yang terbunuh demi uang, perampok tertembak, kapak merah beraksi sampai pengangguran yang dibayar untuk melakukan kekerasan dalam unjuk rasa. Seharusnya kisah Si Miskin Jahat dapat mem-program ulang believe kita bahwa tidak punya uang adalah akar segala kejahatan.


PEMENANG tidak pernah membiarkan iblis bersorak. PEMENANG selalu mampu mengalahkan iblis dengan memilih believe yang tepat. Dalam hal uang, PEMENANG selalu menolak menjadi Si Kaya Sesat ataupun Si Miskin Jahat. PEMENANG adalah orang-orang dalam kelompok Si Kaya Budiman. PEMENANG selalu punya harapan kepada uang yang dimilikinya, untuk mampu mengalahkan kemiskinan orang lain. Harapan agar believe orang banyak tentang uang berubah menjadi lebih positif.

Satu hal yang harus diingat tentang berharap adalah pesan manis dari Khalil Gibran: Jangan pernah berharap apapun dari hutan, bukan karena hutan tidak punya harapan, melainkan karena hutan adalah pusat pengharapan itu sendiri


Dan diri kitalah hutan itu melalui believe yang positif tentang uang!


J. I. Michell Suharli

EDUPRENEUR

Pengarang Buku MINDSET (GPU, 2008)

Minggu, Desember 14, 2008

PEMENANG DAN persoalannya

Salam WINNER

Persoalan kecil akan tampak besar bagi orang yang bercita-cita kecil. Sebaliknya,
persoalan besar akan tampak kecil, bagi mereka yag bercita-cita BESAR.

PEMENANG selalu menemukan peluang dalam setiap persoalan, sebaliknya
pecundang selalu menemukan persoalan dalam setiap peluang.

PEMENANG berusaha memecahkan persoalan dengan keyakinan MENANG, sebaliknya
pecundang berusaha memecahkan persoalan dengan ketakutan kalah

Saudara/i pembaca sekalian,
pastikan Anda berada pada sisi seorang PEMENANG

yaitu mereka :
yang memiliki CITA-CITA BESAR
yang selalu menemukan PELUANG
dan berkeyakinan MENANG... ... ...

PERSOALAN ADALAH UJIAN,
HANYA LEWAT UJIAN - KITA BERHAK UNTUK NAIK KELAS


J. I. Michell Suharli
EDUPRENEUR
Pengarang Buku "MINDSET" (GPU. 2008)

UNTUK MEREKA YANG KITA CINTAI

Salam WINNER

"Ibu saya adalah seorang perempuan yang kuat. Ketika dia besar di Cina, perempuan tidak diizinkan bersekolah. Tetapi dia seorang perempuan yang berpengaruh dan tidak takut dengan peraturan ini. Jadi dia berpura-pura menjadi seorang anak laki-laki dengan membalut dan membungkus dirinya dengan kuat dan memotong pendek rambutnya. Dia melakukannya setiap hati, sampai dia lulus dengan gelar sarjana. Pada saat itu, sangat sedikit wanita yang mencapai prestasi ini.

Ini adalah masa yang berat bagi siapapun yang tinggal di Indonesia selama masa perang. Untuk pertama kalinya, perempuan perkasa itu harus menghidupi keluarga tanpa suaminya. Tanpa pengalaman bisnis dan dengan tanggung jawab untuk mengurusi keenam anaknya, tugasnya sunguh-sunguh menakutkan. Terhalangi dengan situasi, dia menemukan jalan untuk menyediakan makanan untuk keluarganya. Satu hal yang dia kerjakan adalah mengubah singkong menjadi tepung. Pada waktu sore hari, anak-anak membantu penjual toko membawa barang hasil tani ke toko untuk mendapatkan upah. Anak laki-laki menebang pohon untuk digunakan sebagai bahan bakar bagi keluarga." Kisah Seorang Pengusaha Sukses.

Sebuah cerita klasik yang sarat pesan-pesan luhur abadi
yang membentuk generasi-generasi PEMENANG.

Mungkin Anda terlalu acuh kepada KESUKSESAN diri Anda,
namun saya mohon bertarunglah untuk KEMENANGAN kehidupan ... ... ...
bukan demi diri Anda, tapi untuk mereka yang kita CINTAI.

MARILAH BERJUANG SEKUAT TENAGA,
SETIDAKNYA UNTUK MEREKA YANG KITA CINTAI


J. I. Michell Suharli
EDUPRENEUR
Pengarang Buku "MINDSET" (GPU, 2008)

KEBERHASILAN DAN PEMBELAJARAN

Salam WINNER


Sesungguhnya tidak ada kata gagal dalam perjuangan menuju sukses.
Kemungkinan kita hanya BERHASIL atau BELAJAR.

Jadi seandainya KEBERHASILAN itu indah,
dan PEMBELAJARAN adalah kebaikan ... ... ...
mengapa kita tidak terus mengibarkan bendera dan maju berjuang
tanpa rasa takut akan kegagalan.

KEBERHASILAN adalah BESAR, kegagalan adalah kecil
sehingga kegagalan bukanlah KEBERHASILAN yang tertunda.
melainkan PEMBELAJARAN menuju KEBERHASILAN yang lebih BESAR


Ketika kita menemukan satu pintu tertutup untuk KECEMERLANGAN,
itu berarti kita BELAJAR bahwa ada pintu lain atau cara lain menuju KEMULIAAN

Setiap kegagalan mengandung indikasi ada pelajaran berharga untuk memperbaiki hasil yang kita inginkan. Pikiran memampukan kita mengubah setiap kegagalan menjadi peluang untuk belajar. Belajar di sini artinya bertindak lebih baik sehingga hasilnya menjadi lebih baik. Belajar membentuk sikap mental menjadi lebih kuat dan lebih tahan banting. Hanya orang yang bermental tahan banting yang mampu meraih sukses dan mempertahankan kesuksesan itu seumur hidup.

Orang-orang seperti itu adalah manusia-manusia bermental PEMENANG
dan hanya waktu yang menganugerahi mereka sebuah mahkota JUARA kehidupan.

BELAJAR ARTINYA BERTINDAK LEBIH BAIK UNTUK HASIL YANG LEBIH BAIK


J. I. Michell Suharli
EDUPRENEUR
Pengarang Buku MINDSET (GPU, 2008)