Senin, Maret 30, 2009

END OF DAY - PAJAK KU

Salam WINNER

Kesempatan Sunset Policy 2008 untuk Wajib Pajak (WP) yang terdaftar sebelum 31 Desember 2008 (WP lama), akan berakhir di 28 Februari 2009. Lewat sudah kesempatan untuk memperoleh pengampunan sanksi pajak dan komitmen pemerintah untuk tidak melakukan analisis data dan informasi sebagai dasar pemeriksaan pajak. Begitupula mereka yang telah memenuhi kriteria subyek pajak dan obyek pajak (penghasilan) namun tidak sempat terdaftar selama periode sunset (WP baru), kesempatan melaporkan harta seluruhnya tanpa dianalisis (diperiksa) akan lewat setelah 31 Maret 2009. Kesemerawutan selalu menjadi fenomena end of day di setiap hari-hari terakhir pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT). Semoga masyarakat luas lebih bijak untuk menghindari fenomena end of day menjelang tanggal 28 Februari (WP lama) atau 31 Maret (WP baru).

Kesemerawutan tampak pada 2 hari terakhir akhir periode sunset policy sebelum diperpanjang. Tanggal 30 dan 31 Desember 2008, masyarakat berdesakan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dimana mereka terdaftar. Suasananya SEMERAWUT apalagi advertorial Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) di surat kabar ibukota dan press release di www.pajak.go.id tanggal 30 Desember 2008 tertulis: ”Lebih Baik Tidak Terlambat Daripada Menyesal Nanti”. Untunglah sunset policy diperpanjang sampai dengan 28 Februari 2009. Padahal sampai akhir November 2008, animo masyarakat memanfaatkan sunset policy belum membludak, meski Ditjen Pajak telah mensosialisasikan jauh-jauh hari sebelum the end of day. Rumor di masyarakat bersuara lebih keras daripada payung hukum yang disosialisasikan, hingga masyarakat ragu-ragu memanfaatkan sunset policy: terjebak dalam kebingungan benak: jebakan atau peluang?

Selama Desember 2008, KPP menambah tiga kali Sabtu sebagai hari kerja dan tambahan jam kerja hingga pukul 19.00 untuk melayani antusias mayarakat memanfaatkan sunset policy. Tanggal 24, 26, 30 dan 31 Desember 2008 sebagian kecil bank dan kantor pos sudah menutup pembayaran pajak dan umum dibatasi pembayaran pajak sampai dengan jam 10.00. Tak heran WP pembayar pajak sunset mulai antri di bank sejak jam 06 pagi, itu pun dapat nomor di atas 100 dan ada kemungkinan ditolak karena Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang bermasalah. Misalnya NPWP lama sudah dihapus atau belum diaktifkan karena sudah lama tidak aktif. Akibatnya pembayaran tidak diterima dan WP bersangkutan harus ke KPP yang sedang hiruk pikuk, untuk mengaktifkan NPWP.

Selesai dari bank, para WP bergegas ke KPP untuk melaporkan SPT (ini kalo SPT-nya sudah siap). Sampai di KPP jam 10 ke atas, rata-rata WP dapat nomor antrian di atas 200. Padahal saat itu baru dipanggil antara nomor 80-100. Seorang kawan tiba di sebuah KPP jam 07.30 dapat nomor antrian 133 dan jam 13.30 baru selesai. Di KPP lain, kawan yang lain tiba jam 11 dapat nomor antrian 650, dan jam 15 diumumkan bahwa nomor antrian 501 ke atas dilayani keesokan hari. Kawan lain tiba di KPP lain lagi jam 11 dapat antrian nomor 172 (untunglah kurang dari 200), dan sampai jam 17 belum selesai juga. Belum lagi jika WP keliru mengisi SPT atau dokumen tidak lengkap.

Untunglah para petugas di KPP tetap tampak tersenyum melayani para WP yang mepet waktu. Meski waktu liburan tersita, niat cuti tertunda, waktu makan dan istirahat berkurang, dan jam kerja bertambah. Mereka juga harus melayani pertanyaan masyarakat awam pajak yang sering di luar konteks pelayanan penerimaan SPT sunset. Tak jarang WP bicara dengan emosi tinggi karena merasa letih mengurus proses dari bank ke KPP. Sementara AC ruangan KPP sudah tidak efektif lagi menyejukan tubuh dan panas hati. Layaklah kita memberi apresiasi kepada para petugas pajak yang tetap mampu melayani dengan senyum dan sabar, mengingat sebagian besar WP adalah masyarakat awam pajak. Kesemerawutan end of day sungguh merugikan berbagai pihak: WP, fiskus, bank rujukan, kantor pos dan negara.

Berikut beberapa tips memanfaatkan sunset policy untuk ”selamat” dari kesemerawutan. Pertama manfaatkan sunset. Tidak perlu bimbang tentang rumor jebakan atau peluang, karena risiko tidak memanfaatkan sunset policy lebih besar daripada tidak. Hal ini mengingat segala hal dikaitkan dengan NPWP seperti: pengajuan kredit bank, jual-beli properti, jual beli kendaraan, fiskal luar negeri dan akan terus bertambah. Mindset kita harus percaya bahwa pemerintah lebih mementingkan kemajuan bangsa di masa depan daripada mengejar kesalahan masa lalu. Kedua laporkan SPT sunset pada Bulan Januari sampai dengan pertengahan Februari 2009. Tujuannya WP punya waktu cukup untuk mengatasi pemasalahan di perbankan, kekurangan data atau kesalahan isi SPT. Ketiga pelaporan SPT sunset sebaiknya bersamaan dengan pelaporan SPT Tahunan 2008, untuk menghindari kesemerawutan berganda dari sunset WP baru dan pelaporan SPT Tahunan 2008 WP lama. Sebuah pilihan cerdas untuk membangun habit menyelesaikan segala kewajiban sebelum end of day.


BERIKAN KEPADA KAISAR APA YANG MENJADI HAK KAISAR DAN
KEPADA TUHAN APA YANG MENJADI HAK TUHAN


J. I. Michell Suharli
EDUPRENEUR
Pengarang Buku MINDSET (GPU, 2008)

LASKAR PERUBAHAN

Salam WINNER

Fenomena pembawa perubahan menjadi PEMENANG dalam berbagai kesempatan pesta demokrasi. Apakah itu pemilu presiden RI tahun 2004, pilkada tingkat I dan II, pemilihan rektor di berbagai universitas, termasuk terpilihnya Barack Obama sebagai presiden AS. Perubahan menjadi komoditas politik yang masih memiliki nilai jual tinggi di berbagai lapisan masyarakat. Jika saat ini dunia sungguh dipimpin oleh para agent of change, seharusnya berarti kepemimpinan global dikelola oleh laskar perubahan yang memiliki kekuatan tak terbatas untuk membawa kebaikan. Namun mengapa selalu ada perlawanan terhadap ide yang bernama perubahan? Jawabannya harus kembali memahami mindset perubahan dari sebuah individu.

MINDSET PERUBAHAN

Perubahan selalu membawa ketidaknyamanan dalam sebuah individu, baik untuk waktu sesaat atau waktu yang lama. Ketidaknyamanan adalah mekanisme perlindungan diri yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar (subconcious mind). Perlindungan dari apa yang disebut sebagai homeostatis yang bereaksi ketika perubahan ditangkap menyimpang dari titik keseimbangan (comfort zone). Tujuannya baik, yaitu untuk melindungi diri dari perubahan yang cepat, mendadak, di luar kemampuan ataupun melahirkan trauma yang menyakitkan hati.

Ketidaknyamanan dalam perubahan adalah baik, karena berarti kesadaran diri masih berfungsi. Bahkan kesadaran diri dari ketidaksadaran, minimal setiap dari kita tidak sadar ketika perubahan alami terjadi dalam hidup. Kaki lemah yang menjadi kuat untuk melangkah dan berlari. Otak dalam kepala yang mungil ternyata mampu membaca dan berhitung. Atau ketika bulu-bulu bertumbuh di bagian tubuh dan lidah menjadi pandai membedakan citarasa kuliner. Lebih hebat lagi ketika pribadi-pribadi PEMENANG menemukan aktualisasi diri sampai pada spiritualitas dalam penerangan batin. Perubahan sungguh hakekat kehidupan dan hakekat kemanusiaan, masalahnya bersediakah Anda berubah?

Kebersediaan untuk berubah adalah kekuatan, walaupun seringkali membawa diri terlarut dalam ketidaknyamanan. Kekuatan itu menjadi potensi untuk mendobrak zona nyaman menuju kehidupan baru yang lebih baik. Kekuatan itu dapat mematahkan keyakinan-keyakinan (belief) yang menghambat kemajuan diri selama ini. Kekuatan itu dapat merusak pola kerja trauma dalam core belief untuk menciptakan cara-cara hidup dan kecemerlangan yang baru. Kebersediaan bersumber dari pikiran, selanjutnya akan nampak dalam kebiasaan (habit). Kebiasaan adalah makna nama dan reputasi sebuah pribadi, yang menciptakan keadaan dimana pribadi itu hidup sekarang ini. Adalah sebuah pilihan hidup, untuk tetap berada dalam apa adanya sekarang ini atau menjadi lebih baik di waktu mendatang.

Perubahan adalah hakekat kehidupan, karena selama ada kehidupan berarti ada perubahan. Hidup adalah perjuangan mengatasi perubahan untuk menjadi PEMENANG. Hebatnya di dalam diri manusia tersimpan kekuatan tak terbatas untuk mengatasi perubahan. Mohon diingat bahwa kemampuan mengatasi perubahan adalah kunci kemenangan, apakah Anda sedang bermain catur, berbisnis, belajar, berhubungan, bekerjasama, berpolitik, berkarya dan lainnya. Saya tidak pernah mendengar ada penonton perubahan akan menjadi PEMENANG, hanya pelaku perubahan yang akan keluar sebagai juara.

PELAKU PERUBAHAN

Hidup ini memang pilihan meskipun perubahan bukanlah suatu pilihan. Anda sungguh punya hak untuk menjadi PEMENANG ataupun pecundang dalam perubahan. Tentu saja orang-orang rasional akan memilih menjadi PEMENANG, caranya jadilah pelaku perubahan dan bukan korban perubahan. Tidak sekedar pelaku, namun proaktif menjadi agen perubahan (agent of change). Siapapun agen perubahan yang berhasil akan dihargai dengan reputasi tinggi dan selanjutnya menuai kualitas kehidupan yang lebih baik.

Pelaku perubahan selalu kreatif melakukan hal biasa dengan cara luar biasa. Pekerjaan biasa seorang accountant adalah melaporkan posisi dan kinerja keuangan, akan menjadi luar biasa jika laporan itu disajikan menjadi lebih mudah dipahami, mempertimbangkan aspek keuangan dan perpajakan serta dipresentasikan dengan menarik. Pekerjaan biasa seorang salesman adalah memprospek, menawarkan, dan melayani atau menindaklanjuti. Akan menjadi luar biasa jika pekerjaan itu dilakukan dengan teknologi modern, passion yang kuat, product knowledge yang komperhensif, keramahan dan senyum – serta mental pantang menyerah. Pelaku perubahan selalu menempatkan diri menjadi bagian yang diuntungkan oleh perubahan, bukan menjadi korban perubahan.

LASKAR PERUBAHAN

Sange (1994) menuliskan kunci pribadi PEMENANG dalam perubahan adalah penguasaan terhadap lima disiplin. Pertama personal mastery, yaitu kemampuan untuk terus menerus dan sabar memperbaiki wawasan dan pemusatan energi kepada hal-hal strategis. Kedua system of thinking, yaitu kemauan untuk memiliki pondasi berpikir dinamis dan holistik tentang realita. Ketiga mental mode, yaitu memiliki kerangka konseptual dan asumsi dasar untuk merespon realitas dengan tindakan yang tepat. Keempat building shared version, yaitu komitmen untuk menggali visi bersama tentang masa depan secara tulus dan tanpa paksaan. Kelima membuat seluruh disiplin sebagai keutuhan dan perilaku keseharian setiap pribadi (make everyone every day job).

Laskar perubahan adalah sekelompok pribadi proaktif yang memimpin perubahan untuk kehidupan bersama yang lebih baik. Di tempat kerja, laskar perubahan dipelopori oleh pribadi-pribadi proaktif yang memajukan perusahaan selaras dengan visi dan misi perusahaan. Dalam lingkungan bisnis, laskar perubahan adalah enterpreneur yang perduli akan kemakmuran karyawan, pertumbuhan ekonomi negara dan bisnis yang bermartabat. Sementara dalam kehidupan berbangsa, laskar perubahan digerakan oleh kebersamaan para pemimpin yang berjuang tulus untuk memberantas kemiskinan pernderitaan orang banyak. Dunia memang sedang menunggu dan berharap.


PERUBAHAN 1% PER HARI AKAN MENGHASILKAN 365% PLUS-PLUS PERUBAHAN KEHIDUPAN KITA DALAM SETAHUN .. .. .. .. .. BAGAIMANA JIKA 5 TAHUN ???



J. I. Michell Suharli
EDUPRENEUR
Pengarang Buku MINDSET (GPU, 2008)

Kamis, Januari 22, 2009

SECRET OF "THE SECRET" (3)

Salam WINNER

Lebih jauh disebutkan hukum tarik menarik adalah hukum penciptaan. Anda dapat menciptakan kehidupan yang Anda inginkan. Lalu mengapa tidak semua orang dapat menciptakan suksesannya sendiri? Jawabannya karena fokus pemikiran orang-orang gagal terletak pada hal-hal negatif, padahal semesta tidak mengenal kata negatif seperti: “tidak”, “jangan”, atau “bukan”. Misalnya Si A berpikir “Saya tidak ingin punya hutang lagi.” Maka hukum tarik menarik bekerja pada frekuensi “Saya ingin punya hutang lebih banyak lagi.” Akhirnya hukum itu menarik hal-hal dan peristiwa yang mengharuskan ia berhutang lebih banyak.” Dengan demikian seseorang disebut sebagai pencipta dan ada proses yang mudah untuk mencipta dengan menggunakan hukum tarik menarik (hal 51).

Proses penciptaan itu disebutkan memiliki tiga tahapan. Tahap 1 bahwa seseorang harus meminta. Syaratnya permintaan itu sungguh-sungguh Anda inginkan dengan jelas (sekali lagi APAPUN yang Anda inginkan) & cukup sekali. Permintaan Anda adalah perintah bagi alam semesta, seperti Aladin meminta apapun kepada jin botol-nya. Tahap 2 bahwa seseorang harus percaya. Anda harus percaya bahwa saat ini Anda sudah menerima permintaan Anda. Tugas Anda meminta dan percaya permintaan itu sudah dikabulkan, bukan memikirkan ketiadaan saat ini atau cara memperolehnya. Iman yang utuh akan menghadirkan keajaiban bahwa permintaan Anda apapun pasti dikabulkan. Tahap 3 bahwa seseorang harus menerima. Anda diminta menikmati perasaan senang saat permintaan itu sudah dikabulkan, meskipun belum. Perasaan senang sudah menerima akan menjadi naluri, yang disebut sebagai semesta yang mengilhami.

Bagaimana Rahasia itu digunakan? Sekarang sebut saja kita gunakan hukum tarik menarik dalam hal keuangan. Pertama mintalah sejelas mungkin uang yang Anda inginkan! Misalnya saya ingin memiliki uang sebesar Rp.10 Miliar. Kedua percayalah bahwa Anda sudah menerima. Bacalah buku-buku sukses orang yang Anda yakini punya uang seperti itu dan lihat serta rasakan nikmatnya gaya hidup mereka. Ketiga Anda harus merasa baik dan senang seperti yang akan Anda rasakan ketika Anda sungguh memiliki uang sebanyak itu. Apabila ketiga hal tersebut dilakukan, hukum tarik menarik menyatakan 10 Miliar pasti menjadi milik Anda! Peristiwa serupa dapat terjadi di berbagai bidang seperti kesehatan, ukuran tubuh, karir dan lainnya. Luar biasa bukan???


ANYTHING IS POSSIBLE TO YOU,
BERHENTI MEMBATASI KEYAKINAN DENGAN PIKIRAN-PIKIRAN KECIL -
KARENA ITU BERARTI MEMBATASI KEMULIAAN YANG DAPAT ANDA RAIH


J.I. Michell Suharli
EDUPRENEUR
Pengarang Buku "MINDSET" (GPU, 2008)