Minggu, Januari 11, 2009

BERSAMA KITA BISA (1)

Salam WINNER



Turbulensi lingkungan memperkuat tesis zoon politicon dimana mazhab kapitalisme menjadi raja melalui mekanisme globalisasi. Pada lingkungan turbulen sulit mencari win-win solution bahkan sekedar win-lose situation, yang sering terjadi adalah lose-lose condition. Kapitalisme menghidupkan kembali hukum rimba, siapa kuat modal dia menang. Indonesia yang penduduknya lebih dari 80% bermodal sangat lemah, dibandingkan dengan negara global, semakin tenggelam dalam lose-lose condition. Sesama anak bangsa saling makan dan bunuh, entah yang kini jadi pejabat sampai dengan rakyat miskin. Sedikit demi sedikit bangsa yang sakit ini masuk berkompetisi dalam mekanisme globalisasi yang hyper turbulence. Perhatikan saja istilah harga minyak dunia, terorisme global, fantasi pajak dengan tax payout ratio, sampai dengan so what gitu lho…
Slogan patriotik "BERSAMA KITA BISA" seharusnya menjadi komitmen bersama bangsa ini. Segenap anak bangsa perlu berbesar hati dalam pola pikir, tutur kata, dan perilaku dalam hidup keseharian, terlebih dalam kehidupan berbangsa. Komitmen terhadap slogan itu akan menjadi modal kuat untuk menghadapi keganasan turbulensi lingkungan bernama globalisasi.Pola pikir yang perlu dikembangkan adalah berpikir positif dan kreatif.
Berpikir positif memiliki 3 ciri utama. Pertama, dalam segala kesulitan selalu ada peluang. Contoh yang disederhanakan adalah potensi UU Pajak yang semakin beringas dan mampu membunuh jiwa kewirausahaan bangsa, ada peluang menjadi konsultan pajak. Kedua, dalam setiap ketidakbaikan selalu ada kebaikan. Kenaikan harga BBM akan mendidik generasi penerus bangsa untuk lebih efisien, efektif dan kompetitif dalam setiap sendi kehidupan. Ketiga, dalam setiap kebuntuan selalu ada harapan. Apabila disadari terjadi kesalahan memilih wakil rakyat dan presiden maka persiapkan betul bangsa ini untuk mampu memilih orang yang tepat pada pemilu berikut. Seandainya peluang, kebaikan, dan harapan seakan tidak ada lagi, bangsa ini perlu kreatif menciptakan ketiganya bagi diri kita dan orang lain.
Berpikir kreatif memiliki 3 ciri, yaitu mengandung nilai tambah, daya beda, dan jalan keluar. Nilai tambah yang paling mudah kita ciptakan berupa harta tak berwujud (intangible assets). Kejujuran, kedisiplinan, kerajinan, kesetiaan, dedikasi, kemauan bekerja keras, dan kemauan belajar hal baru adalah nilai tambah yang paling sulit ditemukan namun mudah kita ciptakan. Daya beda dalam arti positif adalah ciri kreatifitas yang lebih nyata. Konon ada seorang tukang ojek motor favorit. Mengapa, karena berbeda dari ojek lainnya, yang favorit ini menerapkan sistem pembayaran jasa ojek bulanan kepada pelanggannya. Ciri kreativitas berikutnya adalah mengandung jalan keluar atau solusi. Seringkali kita senang mengumpat, mengkritik, menelanjangi, menyindir pimpinan bangsa krisis ini. Cobalah habis mengemukakan masalah kita beri solusi, beri jalan keluar.
SEMENTARA PECUNDANG MERIBUTKAN MASALAH, PEMENANG SUDAH MENAWARKAN SOLUSI
J.I. Michell Suharli
EDUPRENEUR
Pengarang Buku "MINDSET" (GPU, 2008)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar